Sidebar Ad

Fungsi Pengarahan (Actuating) Dalam Manajemen

Definisi dan Konsep Pengarahan dalam Manajemen

Fungsi pengarahan (fungsi manajemen actuating) yaitu fungsi pokok manajemen yang bisa dijalankan sesudah fungsi perencanaan dan fungsi organisasi dalam organisasi telah dilaksanakan.

 Definisi dan Konsep Pengarahan dalam Manajemen Fungsi Pengarahan (Actuating) Dalam manajemen

Pengertian fungsi pengarahan (directing) yaitu kegiatan memperlihatkan instruksi , perintah , petunjuk kepada orang lain. Untuk menjalankan yang telah direncanakan.

Siapa yang memperlihatkan pengarahan ?

Dalam struktur manajemen , manajemen puncak akan memperlihatkan pengarahan kepada administrasi pada tingkat dibawahnya. Manajemen ditingkat menengah akan memperlihatkan pengarahan kepada administrasi ditingkat yang lebih bawah lagi.

Begitu seterusnya....

Sampai kepada orang yang mempunyai wewenang terakhir. Seperti mandor yang akan memperlihatkan pengarahan terhadap para pekerja dilapangan.

 Definisi dan Konsep Pengarahan dalam Manajemen Fungsi Pengarahan (Actuating) Dalam manajemen


Pengarahan juga sering disebut dengan fungsi actuating (menggerakkan) atau directing. Artinya: manajer diposisi tinggi menggerakkan pihak yang berada di posisi sempurna dibawahnya.

Actuating yaitu usaha. Atau ikhtiar manajemen. Dijalankan supaya tujuan administrasi tercapai. Tindakannya memakai perencanaan sebagai pedomannya.

Agar pengarahan berjalan dengan baik , dibutuhkan kepemimpinan (leadership) yang baik. Jiwa kepemimpinan yang baik bisa mengarahkan orang dengan baik. Dengan jelas. Saling kolaborasi dan yang penting: tidak terjadi pertentangan. Atau paling tidak: meminimalisir potensi pertentangan. Yang bisa berujung pada konflik.

Bagaimana melaksanakan pengarahan yang baik?

Kuncinya: komunikasi. Pemimpin harus punya kemampuan komunikasi yang baik. Jelas , gampang dimengerti. Pesan dan instruksi yang diberikan: harus sampai. Bisa diterima dengan baik. Supaya bisa dijalankan dengan baik juga.

Sebagus apapun perencanaannya , seganteng artispun manajernya , jikalau tidak punya kemampuan komunikasi yang baik: bahawan akan kesulitan menjalankan perintahnya. Mengeksekusi perencanaannya. Hasilnya tidak akan maksimal. Atau malah menciptakan masalah. Konflik. Ujung ujungnya: rugi.

Secara teori manajemen. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh pemimpin. Untuk mengarahkan anggota bawahannya.
  1. Memberi orientasi kiprah yang harus dijalankan    
  2. Memberi petunjuk baik petunjuk umum dan petunjuk yang khusus
  3. Mempengaruhi anggota bawahan
  4. Memotivasi anggota yang menjalankan tugas.

Manfaat Fungsi Pengarahan 

"Hei kamu , kesini , kau kerjakan ini. Susun yang benar , laporannya saya tunggu. Jangan usang lama". Ujar atasan kepada bawahan.

Percakapan tersebut yaitu bab kecil dari kegiatan pengarahan. Atasan menyuruh bawahan. Untuk melaksanakan tugasnya. Tapi , pengarahan tidak sesempit itu. Tidak hanya ibarat itu. Tidak asal main suruh begitu. Bukan hanya bermanfaat menyuruh orang begitu.

Tapi ada banyak hal lain. Yang lebih mendasar: bagaimana pengarahan itu dijalankan dan apa saja manfaatnya. Yang bisa diperoleh.

#1. Memprakarsai Aksi (Initiatos Action)

Bawahan tidak akan memulai pekerjaan , jikalau tidak ada yang menyuruhnya. Tidak ada yang menuntunnya. Bawahan pasti takut salah. Takut tidak sesuai.

Untuk itu , pengarahan dari atasan sangat diperlukan.

Apa yang harus mereka lakukan?
Kapan harus dilakukan?
Bagaimana cara melakukannya?

Fungsi pengarahan bisa menjelaskan itu semua. Atasan harus mengkomunikasikannya.

Fungsi pengarahan menciptakan karyawan bisa memahami dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh atasan.

#2. Sebagai Alat Motivasi (Means of Motivation)

Hal yang umum: pegawai menjalankan apa yang diperintahkan hanya alasannya tugasnya. Dia bekerja untuk mencari uang. Motivasi pegawai: uang. Kadang tidak peduli dengan kondisi perusahaan. Dia hanya ingin bekerja dan mendapat uang.

Mereka menjalankan kiprah yang diberikan. Selesai. Hasilnya? Belum tentu maksimal. Siapa peduli.

Fungsi pengarahan bukan hanya wacana menyuruh. Dan menuntut. Tapi juga memotivasi yang disuruh.

Setiap bawahan pasti punya duduk kasus tersendiri. Punya kendala tersendiri. Dan juga motivasi tersendiri. Manajemen atas harus bisa memperlihatkan klarifikasi dan motivasi yang lebih. Untuk para bawahannya. Agar menjalankan tugasnya secara maksimal , mendetail.

Pemimpin harus bersahabat dengan bawahan. Membuatnya punya motivasi berlebih untuk menjalankan perintah yang sudah direncanakan. Kalau bisa: membaur dan menyediakan reward and punishment bagi bawahannya.

#3. Mengintegrasikan Upaya (Integrates Efforts)

Setiap perusahaan pasti mempunyai beberapa bagian. Beberapa departemen. Tiap bab tidak sama.
Yang punya tugasnya sendiri. Punya tanggungjawabnya sendiri. Dan mereka: berjalan sendiri.

Salah satu manfaat pengarahan yaitu ini: membuatnya berjalan beriringan. Membuatnya saling bekerja sama. Membuatnya tidak saling konflik kesesama. Intinya: saling terintegrasi. Diantara bab bagian , dintara departemen departemen , dan diantara individu individu dalam perusahaan.

Integrasi sangat perlu. Agar langkah perusahaan sesuai dengan planning yang diinginkan. Tidak parsial , setengah setengah. Dan segala yang diusahakan menjadi efektif.

Agar berhasil , atasan harus melaksanakan "persuasive leadership". Pendekatan yang persuafi kepada semua orang yang menjalankan tugasnya. Dan komunikasi yang efektif antar bab kepingan diperusahaan.

Selama melaksanakan pengarahan , ini yang harus dilakukan oleh atasan: memberi petunjuk , instruksi , dan ilham kepada bawahan. Kepada setiap departemen.

Makara tidak hanya main tunjuk dan suruh saja. 

#4. Menyediakan Stabilitasi (Privides Stability)

Perusahaan akan bahagia jikalau bekerja dalam kondisi yang stabil. Siapapun suka dengan kondisi yang stabil. Tidak sering terjadi perubahan. Tidak sering terjadi gejolak. Yang bisa merugikan. Dan memerlukan banyak penyesuaian.

Potensi konflik pasti ada.

Stabiltias perusahaan harus diciptakan. Kondisi internal perusahaan harus stabil. Agar semua bab bisa berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Fungsi pengarahan bisa dimaksimalkan untuk duduk kasus ini.

Ini yang harus dimiliki manajer: komunikasi yang efektif , persuasif , supervisi yang tegas dan motifiasi.

Komunikasi yang efektif diperlukan: supaya orang mengerti kiprah dan tanggungjawabnya. Mengerti apa yang harus dilakukan. Dan paham apa imbas negatifnya.

Komunikasi yang persuasif diperlukan: supaya orang yang tidak oke menjadi setuju. Yang menolak menjadi menerima.

Supervisi yang tegas diperlukan: supaya orang mematuhi perintahnya , menjalankan perintah dengan semestinya , tidak berani melaksanakan penyimpangan.

Motivasi diperlukan: Agar yang malas menjadi semangat , yang semangat jadi lebih semangat , yang produktif menjadi lebih produktif.

Apabila semua itu bisa berjalan. Tidak ada alasan untuk internal perusahaan menjadi tidak stabil.

#5. Penggunaan Sumber Daya dengan Efisien

Fungsi pengarahan terang akan mengarah kepada ini: efisiensi perusahaan.

Orang , uang , alat , mesin selalu diarahkan untuk efisien. 

Dengan fungsi pengarahan orang akan jelas: ia akan melaksanakan apa , dimana , kapan , memakai apa dan berapa anggarannya. Sudah jelas. Efisien.

Pengarahan akan memagari hal hal yang tidak jelas. Yang tidak terang tentu tidak akan dijalankan. Yang tidak efisien ditinggalkan.

Dengan begitu: sumber daya yang dimiliki bisa bekerja secara maksimal. Memberik laba maksimum. Meminimalkan biaya. Ujungnya: menambah profit.

#6. Koping Perubahan

Koping yaitu proses adaptasi diri terhadap perubahan perubahan yang terjadi. 

Dalam aturan ekonomi , kondisi akan selalu mengalami perubahan. Yang dulunya lambat kini menjadi cepat , yang dulu dibutuhkan menjadi tidak dibutuhkan , yang dulu mahal menjadi murah , yang murah menjadi mahal. Semua pasti akan berubah. Cepat atau lambat.

Perubahan harus direspon oleh perusahaan. Agar tetap bisa bertahan. Eksis dengan pasarnya , tidak kehilangan pelanggannya , tidak kehilangan karyawannya , tidak kehilangan momentumnya , dan tidak kehilangan keuntungannya.

Perubahan internal perusahaan juga sangat bisa terjadi. Perubahan bisa menciptakan atasan atau bawahan menjadi kaku. Tidak siap. Ketinggalan.

Pengarahan bisa diandalkan untuk bisa menghadapi perubahan itu. Pengarahan dipakai untuk beradapatasi dengan kondisi yang baru. Baik internal ataupun eksternal. 

Sederhananya begini , jikalau dulu bawahan diarahkan atau ditugaskan untuk begini , maka kini ditugasnya diubah menjadi begitu. Dulu kiprah disini , kini ganti kiprah disana. Dulu jual disini , kini jual disana. Dulu pakai surat , kini pakai email. Sekarang pakai email nanti diganti Whatsapp. Dan semua perubahan lainnya yang sedang terjadi. Atau menuntut terjadi. Atau yang akan terjadi.

Perubahan itu niscaya , meninggalkan yang tidak setuju. Adaptasi itu perlu , Setuju ataupun tidak setuju.

Fungsi pengarahan bisa dimanfaatkan manajemen. Untuk berkomunikasi bahwa ada sifat dan isi yang berubah. Memberitahu kepada bawahan secara terang dan gampang dimengerti.

Tantangan dalam Fungsi Pengarahan

Fungsi pengarahan tidak berjalan normal begitu saja. Tentu disetiap bidang. Apapun itu: punya tantangan tersendiri. Tidak terkecuali dalam menjalankan fungsi pengarahan. Berikut diantaranya:

 Definisi dan Konsep Pengarahan dalam Manajemen Fungsi Pengarahan (Actuating) Dalam manajemen

#1. Tingkah Laku Manusia (Human Behavior)

Tidak ada salahnya administrasi mempelajari ilmu ini: psikologi , antropologi , sosiologi , psikologi sosial. Dan ilmu lainnya. Yang berafiliasi dengan tingkah laris manusia.

Ilmu itu cukup penting. Jika dikaitkan dengan fungsi pengarahan. Karena ini: didalam administrasi terdiri dari banyak orang. Banyak pihak. Banyak kepala. Banyak ide. Dan banyak masalah.

Setiap anggota individu dalam manajemen: tidak sama. Tingkah lakunya berbeda.

Ada yang rajin. Ada yang malas. Ada yang penjilat. Ada yang pencitraan. Ada yang agresif. Ada yang gila kuasa. Ada yang sungguh sungguh.  Macam - macam tingkahnya.

Pengarahan tidak akan sukses jikalau tidak melihat bagaimana tingkah laris anggota individu dalam organisasi. Ini penting. Pendekatan setiap individu: berbeda. Pendekatan tiap kelompok kerja: berbeda. Cara mengarahkannya: berbeda.

Pengarahan tugasnya: menyatukan yang berbeda beda itu untuk kompak. Melakukan hal yang sama. Secara bersama. Yang sesuai dengan tujuan organisasi.

#2. Hubungan Manusia

Hubungan insan disini yaitu kekerabatan antar individu dengan individu. Atau individu dengan kelompok. Dalam wadah organisasi.

Setiap anggota organisasi pasti akan berhubungan. Satu sama lain. Dengan membawa urusan masing masing.

Karena setiap individu tidak sama. Kepentingnya juga tidak sama. Tingkah lakunya tidak sama. Maka potensi konflik akan ada. Oleh siapa saja. Bisa individu , bisa kelompok.

Fungsi pengarahan bisa dipakai untuk ini. Menyelaraskan kekerabatan insan ini. Instruksinya dipakai untuk menyatukan. Mempersempit ruang konflik. Menjembatani antar individu dan kelompok.

#3. Kepemimpinan

Ini penting. Bahkan sangat penting. Untuk dipelajari oleh manajemen. Khususnya administrasi puncak. Atau pihak yang punya bawahan. Sukses tidaknya pengarahan: terserah pemimpinnya. Terserah kepemimpinnya.

Pemimpin yaitu orangnya. Kepemimpinan: gaya memimpinnya. Gaya mengarahkannya , gaya koordinasinya , gaya membina anak buahnya. Agar mereka mau melaksanakan apa yang diinginaknnya.


Harus tahu: kapan tegas , kapan santun. Harus mengerti: kapan instruksi , kapan motivasi.

Pengalaman sangat besar lengan berkuasa terhadap sifat kepemimpinan seseorang.

#4. Komunikasi

Mungkin ini yaitu seninya fungsi pengarahan. Bagaimana cara memberikan pesan. Caranya menyuruh orang. Caranya memotifasi orang. Caranya meredakan konflik: komunikasi.

Ilmu fundamental yang harus dimiliki oleh manajemen. Yang punya wewenang dalam pengarahan.

"Komunikasi yaitu alat untuk memberikan perintah , laporan , berita , ide ,gagasan , pesan atau informasi dari komunikator (pengirim) kepada pihak lain (penerima) supaya di antara merekasaling berinteraksi".
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan.

Ada 4 fungsi dari komunikasi:
  1. Instruktive: memberi perintah kepada bawahan.
  2. Evaluative: memberi laporan bawahan kepada atasan
  3. Informative: memberikan berita , pesan sebagai info tambahan
  4. Influencing: memberi saran atau nasihat.

6 Karakteristik Pengarahan

Ilmu dan praktek pengarahan berkembang dari waktu ke waktu. Ada beberapa karakteristik dalam ilmu pengarahan.

 Definisi dan Konsep Pengarahan dalam Manajemen Fungsi Pengarahan (Actuating) Dalam manajemen

#1. Pervasive Function

Pervasive function yaitu bentuk pengarahan yang diterima diberbagai tingkatan organisasi perusahaan. Setiap manajer. Setiap atasan memperlihatkan petunjuk kepada masing masing bawahannya.

#2. Continous Activity

Fungsi pengarahan dilakukan terus menerus. Tanpa henti. Sepanjang organisasi berdiri. Sepanjang perusahaan beroperasi. Dilakukan dengan konsisten. Dengan kualitas dan cara yang berkembang.

#3. Human Factor

Human faktor yaitu sikap manusia. Perilaku yang tidak sulit diprediksi. Perilaku yang kompleks. Satu sama lain:tidak sama. Sedangkan isyarat yang diberikan: sama. Fungsi pengarahan sangat bersahabat dengan human factor. Selalu diperhatikan. Dimanapun organisasinya. Apapun bisnis perusahaannya.

#4. Creative Activity

Ini salah satu fungsi pengarahan: mengubah planning menjadi tindakan. Jika tanpa diarahkan: seorang bawahan menjadi tidak aktif. Tenaga , pikiran dan ide idenya tidak berkontribusi maksimal.

#. 5 Executive Function

Maksudnya begini: bawahan mendapatkan dan menjalankan intruksi hanya dari atasannya saja. Fungsi pengarahan dijalankan oleh semua executive. Atau semua level manajer. Disemua jenjang atau tingkatan manajemen.

Selain pihak itu: intruksinya tidak akan dijalankan oleh bawahan.

#6. Delegated Function

Atasan. Diamanapun itu. Siapapun itu. Punya keterbatasan. Dalam bekerja memimpin bawahannya. Fungsi ini menciptakan pengarahan menjadi mudah. Mendelegasikan kewenangannya kepada orang lain. Yang dipercaya. Yang mempunyai kualitas. Yang bisa membantunya mengurus pekerjaan yang kompleks.

* Akhir

Fungsi pengarahan cakupannya luas. Butuh disiplin ilmu yang komplek. Butuh ilmu komunikasi , ilmu sosiologi dan ilmu ilmu lainnya. Semoga goresan pena ini bisa membantu anda. Walau tidak detail dan mendalam (indeep). alasannya akan terlalu panjang. Terima kasih.

Sumber https://duniaaktaunik1.blogspot.com/
Sumber http://chocgurlz-syzas.blogspot.com/
Sumber http://davidcawthray.blogspot.com/

Subscribe to receive free email updates: